INDUSTRI PENGOLAHAN TEPUNG UBI JALAR ORGANIK
A. PRODUK YANG DIHASILKAN
Produk yang dihasilkan dari industry ini berupa tepung ubi jalar organic yang memiliki fungsi sebagai bahan baku untuk pengolahan dari berbagai industry lain, seperti industry pembuatan mie, roti tawar, dan sebagainya.
B. LATAR BELAKANG
Menghadapi era globalisasi dan persaingan bebas, industri kecil berbasis pertanian perlu mendapat perhatian untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Seiring dengan meningkatkan industri pangan maupun industri lain yang menggunakan tepung, maka kebutuhan akan tepung makin meningkat. Umumnya berbagai produk makanan seperti roti, biscuit, dan mie yang menggunakan tepung terigu sebagai bahan bakunya dalam proses industri .
Ubi jalar merupakan bahan pangan yang mengandung karbohidrat cukup tinggi yang dapat digunakan untuk menggantikan tepung terigu sebagai bahan pembuat makanan, Ditinjau dari komposisi gizinya, ubi jalar mengandung 215 kal/hari, nilai ini lebih tinggi dari nilai kalori padi dan jagung, yang masing-masing hanya mengandung 176 kal/hari dan 110 kal/hari. Selain mengandung nilai energi yang besar, ubi jalar juga mengandung vitamin A, C, dan mineral. Bahkan ubi jalar oranye atau kuning mengandung beta karoten (vitamin A) yang tinggi. Selain betakaroten, warna jingga pada ubi jalar juga kaya akan senyawa lutein dan zeaxanthin, pasangan antioksidan karotenoid. Keduanya merupakan pigmen warna sejenis klorofil, yang merupakan bahan pembentuk vitamin A dan memiliki peran penting menghalangi proses perusakan sel. Sementara, ubi jalar ungu mengandung antosianin sebagai antioksidan pencegah kanker.
Selain faktor kandungan gizi yang cukup besar, ubi jalar juga mempunyai potensi yang sangat besar di Indonesia, yang mana menurut survey Indonesia merupakan negara penghasil ubi terbesar ketiga di Indonesia. Di samping itu ubi jalar juga merupakan tanaman yang tidak memiliki teknik dan lahan khusus dalam penanganannya.
Dengan melihat kandungan gizi yang terkandung dalam ubi jalar dan potensinya di Indonesia, ubi jalar mempunyai potensi untuk dikembangkan dengan berbasiskan kepada produk tepung. Dibandingkan dengan tepung ubi kayu, tepung ubi jalar lebih unggul. Tepung ubi kayu mempunyai kandungan amilopektin yang tinggi, sehingga produk ini lebih mudah keras dan karena adanya kandungan amilopektin maka peluang terjadinya retrogradasi jauh lebih besar.
Produk yang dihasilkan dari proses industri kami tidak banyak berbeda dari kebanyakan industri tepung ubi lainnya, tetapi keistimewaan produk yang kami hasilkan adalah bahwa bahan dasar dari tepung menggunakan ubi organic yang mana dalam proses penanamannya tidak menggunakan pestisida atau bahan-bahan kimia dalam perawatannya, sehingga produk yang dihasilkan dapat dipastikan aman dalam dikonsumsi dan juga tidak mempengaruhi atau mengurangi nilai kandungan gizinya.
C. PROSES PRODUKSI
Pengolahan produk setengah jadi merupakan salah satu cara pengawetan hasil panen, terutama untuk komoditas yang berkadar air tinggi, seperti umbi. Keuntungan lain dari pengolahan produk setengah jadi yaitu sebagai bahan baku yang fleksibel untuk industri pengolahan lanjutan, aman dalam distribusi, serta menghemat ruangan dan biaya penyimpanan. Sedangkan, dalam tepung ubi jalar kelebihannya antara lain adalah untuk pengembangan produk pangan dan nilai gizi, lebih tahan disimpan sehingga penting sebagai penyedia bahan baku industri dan harga lebih stabil, dan memberikan nilai tambah pendapatan produsen dan menciptakan industri pedesaan serta meningkatkan mutu produk.
Pengolahan ubi jalar menjadi tepung hanya memerlukan teknologi yang sederhana. Proses pembuatan tepung ubi jalar ini juga tidak jauh berbeda dengan industry proses pembuatan tepung ubi lainnya.
Peralatan yang digunakan cukup sederhana, yaitu : pisau, wadah untuk merendam, alat pengering dan alat penggiling. Sedangkan bahan baku yang digunakan adalah ubi jalar segar yang didatangkan langsung dari petani. Selain itu, dibutuhkan pula bahan penolong, yang mana dalam proses ini menggunakan natrium meta bisulfit 0,2%.
Sumber energi untuk memenuhi kegiatan pada tahap operasi disediakan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang digunakan rutin setiap hari untuk penerangan dan peralatan yang membutuhkan energy listrik. Di samping itu juga digunakan energy alternative seperti cahaya matahari untuk lahan pertanian dan proses pengeringan serta air yang digunakan untuk lahan pertanian, proses pencucian, kebutuhan karyawan dan sebagainya.
Proses produksi pembuatan tepung ubi jalar secara garis besar yaitu dimulai dari pengadaan bahan baku berupa ubi jalar segar yang kemudian dikupas, dicuci bersih, dan dipotong tipis. Sebelum dilakukan pengeringan potongan ubi direndam dengan menggunakan natrium meta bisulfit 0,2% kurang lebih selama 15 menit. Chips kemudian dijemur di bawah sinar matahari atau menggunakan alat pengering lainnya dengan suhu maksimal 60˚C selama kurang lebih 18 jam, proses selanjutnya digiling hingga halus.
D. PEMASARAN
Tepung ubi yang memiliki potensi sebagai pengganti tepung terigu karena bahan bakunya banyak terdapat di Indonesia dan rasanya manis sehingga dapat mengurangi penggunaan gula pada pengolahannya, sangat memudahkan dan mendukung dalam proses distribusi dan pemasarannya. Karena bahan baku yang sangat mudah didapatkan dan tidak memerlukan biaya yang sangat besar, maka harga tepung ubi jalar yang digunakan juga akan lebih murah, sehingga industri-industri kecil yang memerlukannya selain mudah mendapatkan harganya juga lebih murah daripada dengan menggunakan gandum atau tepung terigu yang memerlukan biaya yang cukup besar untuk mendapatkannya, sehingga dapat mengambil keuntungan lebih banyak untuk proses industry prosuk selanjutnya.
Sasaran pemasaran tepung ubi organic ini adalah ke home industry,seperti industry kue-kue kering, mie, burger, dodol, snack, dan sebagainya baik dalam maupun luar negeri.
Pemasaran dilakukan melalui agen penjualan, mulut ke mulut dan media informasi seperti pada facebook dan sebagainya.
E. KONSEP EKOLOGI INDUSTRI
Ekologi industry adalah suatu system yang digunakan untuk mengelola aliran energy atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Tujuan utamanya adalah untuk mengorganisasi system industry sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan.
Kawasan industry ini terdiri dari lahan peternakan, lahan pertanian ubi jalar dan pabrik pengolahan tepung ubi yang mana di dalamnya menganut konsep ekologi industry dengan system produksi kesetimbangan dinamik. Energy dan limbahnya diolah ulang secara baik dan digunakan sebagai bahan baku maupun bahan penolong oleh komponen system lain.
Energi yang digunakan untuk membuat tepung yang terbuat dari bahan ubi ini memanfaatkan energi air dan cahaya matahari. Di samping itu juga digunakan energy yang disediakan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk keperluan proses operasi seperti penerangan dan peralatan yang membutuhkan energy listrik.
Energi air berperan penting untuk petani, peternak pabrik dan PLN. Mereka menggunakan air sebagai energi pokok. Petani membutuhkan air untuk menghasilkan ubi yang akan disetorkan ke pabrik untuk diolah menjadi tepung. Pabrik membutuhkan air untuk proses operasi. Pada saat pengolahan, terdapat limbah berupa daun dan kulit ubi yang kemudian diberikan kepada peternak untuk pakan ternaknya. Peternakan juga memerlukan air untuk minum dan kebutuhan lainnya. Pada peternakan ini dihasilkan kotoran hewan yang nantinya dapat diproses untuk dibuat pupuk, dan diberikan kepada petani sebagai pupuk tanaman ubi agar tumbuh subur dan siap dipanen. Ubi yang telah dipanen disetorkan kembali ke pabrik dan begitu seterusnya.
Disamping itu, pabrik juga membutuhkan sumber daya manusia untuk menjalankan sistem. Tenaga yang terserap berasal dari latar belakang pendidikan SD hingga Sarjana yang masing – masing ditempatkan sesuai keahlian dan kebutuhan.
Setelah dihasilkan prodak tepung dari bahan baku ubi, maka diperlukan srategi untuk pemasaran agar produk yang dihasilkan dapat diterima masyarakat dengan baik. Industri ini menggunakan filosofi manajemen mutu, yaitu menulis apa yang dikerjakan, mengerjakan apa yang ditulis dan melakukan perbaikan terus-menerus. Pemasarannya menggunakan 3 cara yaitu melalui agen, mulut ke mulut dan media informasi berupa iklan.
C. PENUTUP
Pemanfaatan tepung ubi jalar diharapkan akan mengurangi impor terigu yang dari tahun ke tahun meningkat sehingga akan menghemat devisa negara. Penghematan devisa itu akan memberi peluang bagi pemerintah untuk menggunakannya dalam aktivitas ekonomi lain yang lebih produktif dalam upaya peningkatan laju pertumbuhan dan perkembangan ekonomi.
Pembuatan tepung ubi jalar relatif mudah dan dapat dilakukan oleh industri rumah tangga sampai industri dengan peralatan canggih. Tepung ubi jalar dapat digunakan sebagai bahan baku industri makanan olahan, misalnya mie dan roti. Pemberdayaan tepung ubi jalar perlu diterapkan dalam upaya peningkatan nilai tambah komoditas dan dinamika ekonomi masyarakat pedesaan.
Industri pengolahan tepung ubi jalar dengan konsep ekologi industry ini juga diharapkan dapat berkembang lebih pesat sehingga dapat menembus pasar internasional dan dapat tercipta lapangan kerja baru serta bermanfaat bagi berbagai pihak juga berwawasan lingkungan.
Menjual berbagai macam jenis Chemical untuk Boiler,cooling tower chiller dan waste water treatment ,evapator Oli Industri defoamer dll untuk info lebih lanjut tentang produk ini bisa menghubungi saya di email tommy.transcal@gmail.com
BalasHapusWA 081310849918
Terima kasih